Terapi Humanistik

Dwi Permata Sari Lutan

12510202

3PA02

Link:

 

 

 

Humanistik Eksistensial

 

Psikologi Eksistensial atau sekarang berkembang dengan nama psikologi Humanistik atau psikologi holistic berawal dari kajian filsafat yang diawali dari Sorean Kierkigard tentang eksistensi manusia. Sebelum psikologi modern membuka dirinya pada pemikiran (school of thought) berbasis emosi dan spiritual yang transenden, psikologi terlebih dahulu dipengaruhi oleh ide-ide humanistik. Psikologi humanistik berpusat pada diri, holistik, terobsesi pada aktualisasi diri, serta mengajarkan optimisme mengenai kekuatan manusia untuk mengubah diri mereka sendiri dan masyarakat. Terdapat gerakkan eksistensialisme pada abad 19 yang dikemukakan oleh seorang filsuf bernama Søren Kierkegaard. Dalil utama dari eksistensialisme adalah keberadaan (existence) individual manusia yang dialami secara subjektif

Istilah eksistensi berasal dari akar kata ex-sistere, yang secara literal berarti bergerak atau tumbuh ke luar. Dengan istilah in hendak dikatakan oleh para eksistensialis bahwa eksistensi manusia seharusnya dipahami bukan sebagai kumpulan substansi-substansi, mekanisme-mekanisme, atau pola-pola statis, melainkan sebagai “gerak” atau “menjadi”, sebagai sesuatu yang “mengada”.

 

Konsep-konsep utama :
            1.   Kesadaran diri

Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikir dan memutuskan.

Semakin besar kesadaran dirinya, maka semakin besar pula kebebasannya untuk memilih altrnatif-alternatif.

Kebebasan memilih dan bertindak itu disertai dengan tanggung jawab.

Manusia bertanggung jawab atas keberadaan dan nasibnya.

            2.   Kebebasan, tanggung jawab dan  kecemasan

Kesadaran akan kebebasan dan tanggung jawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia. Kecemasan juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (Nonbeing)

            3.   Penciptaan Makna

Manusia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan.

Menjadi manusia juga berarti  menghadapi kesendirian.

Manusia memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan sesamanya dalam suatu cara yang bermakna.

Manusia juga berusaha untuk mengaktualisasikan diri, yakni mengungkapkan potensi-potensi manusiawinya. Apabila gagal mengaktualisasikan dirinya, maka ia bisa menjadi “sakit”.

 

 

 

Proses Terapi dan Tujuan :

Bugental (1965) menyebutkan bahwa ke otentikan sebagai “urusan utama psikoterapi”  dan “nilai eksistensial pokok” terdapat tiga karakteristik dari keberadaan otentik :

1.   Menyadari  sepenuhnya keadaan sekarang

2.   Memilih bagaimana hidup pada saat sekarang

3.   Memikul tanggung jawab untuk memilih.

Klien yang neurotic adalah orang yang kehilangan rasa ada, dan tujuan terapi adalah membantunya agar ia memperoleh atau menemukan kembali kemanusiaannya yang hilang.

 

Pada dasarnya, tujuan terapi eksistensial adalah :

1.   Meluaskan kesadaran diri klien

2.   Meningkatkan kesanggupan pilihannya

3.   Menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.

 

Fungsi dan Peran Terapis :

Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :

¤  Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi

¤  Menyadari peran dan tanggung jawab terapis

¤  Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.

¤  Berorientasi pada pertumbuhan

¤  Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.

¤  Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.

¤  Memandang terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.

¤  Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.

¤  Bekerja kea rah mengurangi kebergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.

Teknik-teknik dan Prosedur Terapi :

Tidak ada teknik tertentu yang ditentukan secara ketat. Metode-metode yang berasal dari Gestalt dan analisis transaksional sering digunakan. Mengintegrasikan metodologi dan konsep-konsep psikoanalisis.

 

Sumber:

http://dodydanpsikologi.blogspot.com/2012/01/pendekatan-eksistensial-humanistik.html

http://www.psychologymania.com/2011/09/psikologi-eksistensial.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s