Pengertian dan Tujuan Psikologi Lintas Budaya

Dwi Permata Sari Lutan

12510202

3PA02

 

Psikologi Lintas Budaya

Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik.

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya.

Psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal (Triandis,Malpass, & Davidson, 1972, Hal. 1)

 

Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu Lainnya

Secara sederhana Triandis (1994) mem buat kerangka sederhana bagaimana hubungan antara budaya dan perilaku sosial, Ekologi – budaya – sosialisasi – kepribadian – perilaku Sementara itu Berry, Segall, Dasen, & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik, kondisi geografis, iklim, serta flora dan fauna, bersama-sama dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi, genetika, transmisi budaya dan pembelajaran budaya, yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu.

Perbedaan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Indigenous, Psikologi Budaya, dan Antropologi.

1. Psikologi Indigenous adalah kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri (Kim & Berry, 1993). Perbedaannya adalah Psikologi Lintas Budaya mempelajari perilaku individu dalam budaya yang berbeda untuk diketahui persamaan dan perbedaannya sehingga dapat menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. Sedangkan Psikologi Indigenous menyesuaikan ilmu psikologi yang teorinya didasarkan pada pengembangan teori yang dilakukan di belahan dunia Barat dengan filosofi budaya setempat.

2. Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia.
Perbedaannya adalah Psikologi Lintas Budaya mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis individu dari berbagai budaya yang berbeda. Sedangkan Psikologi Budaya mempelajari bagaimana kebudayaan yang ada mempengaruhi psike manusia.

3. Antpologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
Perbedannyaadalah Psikologi Lintas Budaya mempelajari fungsi-fungsi psikologis yang dipengaruhi oleh budaya, sedangkan Antropologi mempelajari budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat tertentu.

http://risenta.wordpress.com/2012/10/07/psikologi-lintas-budaya/

http://sintawonnie.wordpress.com/2012/01/13/psikologi-lintas-budaya-1/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s