Iseng-iseng buat cerpen .semoga suka ^^

Sore itu hari kedua aku pindah ke rumah baruku . ketika sedang di depan rumah seorang perempuan cantik menyapaku. Aku yakin dia adalah tetangga baruku.

“hey ,lo baru pindah ya?” kata si perempuan tadi.

“ia , gw baru pindah. Nama gw nadya.”  Jawabku.

“gw fitri . wah seneng punya temen baru. Hmm.. lo mau ikut gw gak? Gw mau liat yang lagi main basket di lapangan”

“oh boleh , kebetulan gw juga pengen kenal orang-orang sini”

Lalu kami pun berjalan ke lapangan basket yang di maksud fitri. Kami menonton anak-anak komplek yang sedang asik bermain. Tatapan ku tertuju ke laki-laki yang menggunakan nomer punggung 7. Love at the first sight mungkin.

“lo ngeliatin siapa? Itu yg nomer  7?” suara fitri mengagetkan ku.

“hahaha itu siapa namanya?”

“ooh.. itu dimas . mantan pacar gw, kenapa suka yaa?” goda fitri.

“aah gak kok” aku selalu berprinsip tidak mau pacaran dengan mantan temanku. Oleh karena itu aku tidak ingin fitri tau aku menyukai lelaki bernama dimas itu .

Sebulan sudah aku menempati rumah baruku dan aku mulai mengenal teman-temanku termasuk dimas. Aku masih menyukai dimas,karena hanya dia yang membuat aku penasaran.

Sampai suatu hari..

“eh gw boleh minta tolong ga?” aku kaget ketika dimas berkata padaku.

“apa mas? Kalo bisa gw bantu.”

“kan lu deket banget nad sama fitri, bantuin gw balikan dong pliiiis”

Aku kaget mendengar permintaan dimas. Ada rasa sakit dalam hatiku. Tapi demi melihatnya bahagia akupun membantunya. Untunglah fitri sudah mempunyai pacar.

5 tahun berlalu. Sampai saat ini perasaanku terhadap dimas tidak berubah. Aku msh menyukainya dan hanya berani menyimpan perasaanku sendiri. Ketika baru pulang sekolah hp-ku berdering . one message .

‘udah pulang belum nad? Bisa keluar sebentar? Gw tunggu ya di lapangan’

From : Dimas

Secepat kilat aku mandi dan langsung menuju lapangan. Aku melihat dimas sedang asik bermain basket . dia melihatku dan langsung berjalan ke arahku.

“nad gw mw ngomong sama lu. Gw suka nad sama lu, lu mau gak jadi pacar gw?”

“hah? Lu ga salah dim?” aku kaget dan salah tingkah akibat perkataan dimas.

“ia nad, gw serius. Would you?”

“ia dim gw mau kok jd pacar lu.” Kata ku tersipu.

“makasih ya nad makasih.” Dimas langsung memelukku. Ketika itu juga aku merasakan kebahagian yang luar biasa . 5 tahun aku mengaguminya dari jauh dan sekarang aku bisa menjadi pacarnya.

4 tahun sudah kami berpacaran . walaupun banyak sekali cobaan tetapi kami bisa melewatinya . sampai ketika aku lulus kuliah,dimas melamarku dan kami menikah .

“dimas,aku mau kaya di dongeng-dongeng , love happily ever-after.”kataku pada dimas. Lalu dimas menjawab

“love is not happily ever-after,love is no ending”

Kami pun berpelukan dan berjanji akan selalu bersama

*****TAMAT*****

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s